Friday, March 1, 2013

bab 1-masih setengah



BAB I PENDAHULUAN

1.1
Dalam karya Doyle, tampak adanya unsur-unsur pertukaran kepentingan antar tokoh protagonis (Holmes) dan sidekick (Watson). Hal ini ditunjukkan dengan adanya kutipan seperti berikut:
… again and again I had registered a vow that I should deliver my soul upon the subject; but there was that in the cool, nonchalant air of my companion which made him the last man with whom one would care to take anything approaching to a liberty. His great power, his masterly manner, and the experience which I had of his many extraordinary qualities, all made me diffident and backward in crossing him.
Namun, tokoh Watson terlihat tidak pernah meninggalkan Holmes dan Holmes pun tampak membutuhkan John Watson, seperti di saat Holmes menunjukkan dirinya selepas kematian palsunya di Reichenbach Falls.
Watson juga tampak membutuhkan Holmes, entah karena ada kebutuhan untuk meniru, seperti di “the Empty House”.

1.2
Setelah yang melihat kembali, ada transaksi kepentingan antar Sherlock Holmes dan John Watson. Kriminalitas dan/atau kasus sepertinya adalah komoditi dalam cerita ini, karena tanpa adanya kejahatan, tidak akan ada cerita yang berlangsung.
From a Marxist perspective, because the survival of capitalism, which is a market economy, depends on consumerism, it [commodification] promotes sign-exchange value as our primary mode of relating the world around us. Tyson, 2006: 62-3
 Hubungan mutualisme antara John Watson dan Sherlock Holmes menyiratkan adanya transaksi dalam hubungan mereka.

1.3
Tujuan penelitian adalah menunjukkan adanya transaksi kepentingan antar tokoh-tokoh tersebut.

No comments:

Post a Comment