BAB I PENDAHULUAN
1.1
Dalam karya Doyle, tampak adanya
unsur-unsur pertukaran kepentingan antar tokoh protagonis (Holmes) dan sidekick
(Watson). Hal ini ditunjukkan dengan adanya kutipan seperti berikut:
…
again and again I had registered a vow that I should deliver my soul upon the
subject; but there was that in the cool, nonchalant air of my companion which
made him the last man with whom one would care to take anything approaching to
a liberty. His great power, his masterly manner, and the experience which I had
of his many extraordinary qualities, all made me diffident and backward in
crossing him.
Namun, tokoh Watson terlihat
tidak pernah meninggalkan Holmes dan Holmes pun tampak membutuhkan John Watson,
seperti di saat Holmes menunjukkan dirinya selepas kematian palsunya di
Reichenbach Falls.
Watson juga tampak membutuhkan
Holmes, entah karena ada kebutuhan untuk meniru, seperti di “the Empty House”.
1.2
Setelah
yang melihat kembali, ada transaksi kepentingan antar Sherlock Holmes dan John
Watson. Kriminalitas dan/atau kasus sepertinya adalah komoditi dalam cerita
ini, karena tanpa adanya kejahatan, tidak akan ada cerita yang berlangsung.
From a Marxist perspective, because the survival of
capitalism, which is a market economy, depends on consumerism, it
[commodification] promotes sign-exchange value as our primary mode of relating
the world around us.
Tyson, 2006: 62-3
Hubungan mutualisme antara John Watson dan
Sherlock Holmes menyiratkan adanya transaksi dalam hubungan mereka.
1.3
Tujuan penelitian adalah menunjukkan adanya transaksi
kepentingan antar tokoh-tokoh tersebut.
No comments:
Post a Comment