Wednesday, January 9, 2013

Footnote Umberto Eco



Still, while these works possess all the characteristics of a collector’s edition, actually an immense number of copies has been printed. This publishing decision, however, has not resulted in an economic advantage to the collector, for the price is still beyond the reach of many fanciers’ pocketbooks.

Footnote:

Menurut saya, ini merujuk kepada Base and superstructure in Marxist Cultural Theory. Superstruktur adalah tempat dimana masalah social dan budaya berada, mendapat perhatian penuh dari masyarakat. Kegiatan mengoleksi uang collector’s edition memiliki hubungan sosial dan budaya sehingga ada di bagian ini. Namun, base atau dasar adalah kegiatan produksi, sehingga berelasi dengan produksi uang. Jumlah yang besar dalam produksi uang tersebut tidak berimbas kepada banyaknya keuntungan yang didapat, karena dasar dan superstruktur tersebut tidak berimbang. Pada umumnya, manusia akan melakukan kegiatan ekonomi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Keuntungan tersebut bisa saja nilai guna. Nilai guna dari uang collector’s edition itu kecil, sehingga tidak terlalu dibutuhkan. Jadi, dengan harga yang tinggi, tentu saja uang tersebut tidak laku di pasaran.
Selain itu, saya juga memiliki pertanyaan sendiri. Apakah uang collector’s edition dapat dibelanjakan atau digunakan? Saya pun belum tahu jawabannya, namun sepertinya pertanyaan tersebut senada dengan, apakah koleksi literatur dengan harga yang tinggi hanya dapat dikoleksi saja? Atau apakah ada nilai guna dari koleksi tersebut?

No comments:

Post a Comment