Monday, April 8, 2013

BAB I nih calon skripsi


BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
Dalam dua novel dan satu kumpulan cerita pendek Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, yaitu a Study in Scarlet, Sign of Four, dan the Return of Sherlock Holmes, terdapat isu-isu mengenai kelas secara naratif yang disampaikan oleh Dr. John Watson selaku narator dan Sherlock Holmes sebagai tokoh yang dinarasikan. Kelas secara naratif tersebut kemudian diidentifikasi menjadi tiga hubungan, yaitu subjek-objek, hero-sidekick, dan master-apprentice.
Dalam wacana psikoanalisis Lacan, subjek terbagi menjadi dua, yaitu subject of enunciation dan subject of statement. Kedua jenis subjek tersebut ada di dalam tiga karya Doyle, yang kemudian menjadi masalah dalam penelitian ini, karena ketidakjelasan subjek yang kemudian menjadi ketidakjelasan objek juga. Hubungan Self dan Other yang membentuk pasangan kelas naratif antar subjek dan objek ini juga membantu mengungkapkan ketidakjelasan mengenai subjek dan objek yang terdapat dalam tiga karya tersebut. Ketidakjelasan antara subjek dan objek tersebut kemudian menjadi akar dari dua hubungan kelas secara naratif lainnya, yaitu hero-sidekick dan master-apprentice.
Dalam hubungan kelas naratif hero-sidekick, yang merupakan hubungan secara naratif dalam tiga karya Sherlock Holmes, di mana kemudian Sherlock Holmes memiliki peran sebagai hero dan Dr. John Watson sebagai sidekick, terdapat transaksi kepentingan. Hal ini terjadi karena peran Sherlock Holmes sebagai consulting detective yang tidak terlalu jelas dalam masyarakat, sifatnya yang kurang menyenangkan, dan individunya sendiri sebagai seorang pemadat,  tetap lebih signifikan dari Dr. John Watson yang seorang dokter, mantan dokter tentara, dan memiliki kehidupan normal, bahkan di cerita yang narasinya dibawakan oleh tokoh Dr. John Watson sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan, transaksi kepentingan apa yang membuat hubungan tersebut tetap berjalan?
Satu asumsi mengenai pertanyaan tersebut adalah karena tingkat intelejensia dari Sherlock Holmes dalam penyelesaian kasus lebih tinggi daripada Dr. John Watson. Hal ini mengantarkan kita kepada hubungan kelas yang terakhir, yaitu master-apprentice selaku hubungan kelas secara ekonomis. Dalam tiga karya Doyle yang akan dibahas, ada dialog-dialog dan narasi-narasi yang mengindikasikan hubungan tersebut. Namun, hubungan master-apprentice antar Sherlock Holmes dan John Watson tersebut pun, jika dikulik dari pemahaman Richard Aldrich mengenai apprenticeship, tidak sempurna, bahkan bisa dibilang kurang memenuhi syarat. Jadi, transaksi kepentingan yang terjadi dalam hubungan kelas ini juga menjadi satu topik penelitian.

1.2  Identifikasi masalah
Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan dalam latar belakang, diperoleh pertanyaan yang kemudian menjadi identifikasi masalah dan acuan dalam mengerjakan (yang mudah-mudahan jadi) skripsi ini. Masalah tersebut adalah:
1.      Bagaimana ketidakjelasan hubungan subjek-objek tersebut menjadi akar dari hubungan kelas naratif hero-sidekick dan master-apprentice?
2.      Apa yang membuat hubungan transaksi kepentingan dari kelas secara naratif hero-sidekick yang berasal dari Sherlock Holmes dan Dr. John Watson terus berlangsung?
3.      Apa yang membuat hubungan transaksi kepentingan dari hubungan kelas secara ekonomis master-apprentice yang berasal dari Sherlock Holmes dan Dr. John Watson terus berlangsung?

1.3  Tujuan Penelitian
Dalam hubungannya dengan identifikasi masalah, dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian ini adalah:
1.      Memaparkan cara dari ketidakjelasan antara subjek dan objek mengakari hubungan kelas hero-sidekick dan master-apprentice.
2.      Menjelaskan keberlangsungan transaksi kepentingan antar Sherlock Holmes dan Dr. John Watson dalam hubungan kelas secara naratif hero-sidekick.
3.      Menjelaskan keberlangsungan transaksi kepentingan antar Sherlock Holmes dan Dr. John Watson dalam hubungan kelas secara ekonomis master-apprentice.

1.4  Kegunaan Penelitian
Saya berharap penelitian ini menunjukkan bagaimana satu hubungan kelas dapat membentuk hubungan kelas lainnya serta bagaimana satu transaksi kepentingan dapat membentuk transaksi kepentingan lainnya. Penelitian ini juga diharapkan untuk menjadi satu sarana bagi pembaca untuk memahami cerita Sherlock Holmes melalui sudut pandang saya. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan untuk menjadi bahan referensi tambahan bagi yang berkepentingan. Kegunaan lainnya, saya berharap agar penelitian ini menjadi satu contoh alasan untuk kita memaklumi bagaimana manusia secara tidak sadar membagi-bagi manusia-manusia lainnya berdasarkan hal-hal tertentu walaupun telah diajarkan dalam pelajaran moral agar manusia tidak melakukan hal tersebut.
1.5  Kerangka Pemikiran
Rangkaian penelitian ini dimulai dengan menemukan ketidakjelasan antar subjek dan objek antar Sherlock Holmes dan Dr. John Watson. Ketidakkjelasan antar subjek dan objek ini kemudian dijabarkan menjadi hubungan kelas secara naratif yaitu hero dan sidekick dan hubungan kelas secara ekonomis yaitu master dan apprentice.
Hubungan kelas secara naratif yaitu hero dan sidekick kemudian dipaparkan dengan menemukan tanda-tanda yang terjadi di dalam karyanya dengan bacaan-bacaan lain sebagai pembanding untuk menjelaskan bagaimana transaksi kepentingan antara hero dan sidekick dibentuk.
Hubungan kelas secara ekonomis yaitu master dan apprentice kemudian dipaparkan dengan menemukan tanda-tanda yang terjadi di dalam karyanya dengan bacaan-bacaan lain sebagai pembanding untuk menjelaskan bagaimana transaksi kepentingan antara master dan apprentice dibentuk.
1.6  Metodologi penelitian
Isu perbedaan kelas menjadi hal yang dominan dalam penelitian ini. Hubungan perbedaan kelas yang ada, yaitu subjek-objek, hero-sidekick, dan master-apprentice dibahas dengan pendekatan yang berbeda, karena ketiga hubungan tersebut sifatnya tidak sama.
Untuk ketidakjelasan yang terdapat dalam subjek dan objek, digunakan wacana psikoanalisis Lacan untuk mengidentifikasikan ketidakjelasan subject of enunciation dan subject of statement yang dikemukakan oleh Dr. John Watson sebagai narator. Penjelasan mengenai Self dan Other juga melandasi penelitian mengenai subjek dan objek antar Sherlock Holmes dan Dr. John Watson.
Dalam menjelaskan transaksi kepentingan antara satu hubungan kelas secara naratif dalam penelitian ini, yaitu hubungan hero-sidekick, untuk sementara ini saya menggunakan wacana mengenai hero dan sidekick Margery Hourihan. Kepatuhan dan ketidakpatuhan tiga karya Doyle ini dalam membentuk wacana hero-sidekick yang dijelaskan dalam wacana Hourihan tersebut mengantarkan kita kepada wacana mengenai master-apprentice.
Dalam menjelaskan transaksi kepentingan antara satu hubungan kelas secara ekonomis dalam penelitian ini, yaitu hubungan master-apprentice, untuk sementara ini saya menggunakan wacana mengenai pengajaran dalam hubungannya dengan apprenticeship Richard Aldrich. Kepatuhan dan ketidakpatuhan tiga karya Doyle ini dalam membentuk wacana master-apprentice yang dijelaskan dalam wacana Aldrich tersebut diharapkan menjelaskan apa yang terjadi di balik transaksi kepentingan antar dua tokoh tersebut.

Dina Syahrani Vionetta
180410100199